FALLEN RULE
Sesuaikan nyaman membaca

Bab 3

Kedai Di Bawah Gerbang

[SYSTEM NOTICE]

STATUS: JIWA "THE FALLEN ONE" — REKONSILIASI BERLANJUT
REKON: 5,1%
CATATAN: Ada yang memanggilmu dari seberang kota. Bukan pahlawan. Bukan bagian dari jaringannya — orang yang menunggumu menulis suratnya sendiri.

Jumat. Gerbang langit masih berdiri di atas Hothwood — cincin diem yang nggak pernah ngejawab apa-apa selama empat tahun.

Kedai depan gerbang namanya "Tempat Jatuh". Meja kayu, lantai tanah, lampu minyak yang bikin bayangan tembok gerak-gerik. Aku pesen teh, duduk di pojok, dan nunggu.

Rama dateng tiga menit lebih awal.

Dia naruh kertas kedua di mejaku — dan kali ini nggak nulis apa-apa. Di dalemnya ada satu gambar: menara magitech Fallowfield, dari sudut yang cuma bisa dilihat dari atap.

"Kamu yang gambar ini?" tanyaku.

"Nggak," jawabnya. "Tapi aku yang baca pola nafasmu dari atas menara. Empat tahun lebih. Kamu nanggung beban yang nggak sebanding sama umurmu — dan kamu sengaja nyembunyiin itu di bawah dengungan mesin."

Dia narik napas. Lama.

"Aku juga dari bumi. Tapi aku nggak pernah ngerasa jadi pahlawan — soalnya aku bagian dari kelas yang kebawa."

"Kelas itu baru masuk empat tahun lalu," lanjutnya. "Tapi sebelum gerbang ngambil kalian — ada yang lebih dulu dateng ke bumi. Bukan lewat gerbang, lewat mimpi. Satu suara yang nanya: kau mau liat dunia yang lagi musnah pelan-pelan?"

Aku diem.

"Empat orang jawab iya. Dua dari yang jawab itu pindah ke Hothwood. Satu di antaranya kamu. Cuma bedanya: kamu inget. Yang lain cuma kebawa. Dan yang nyari kamu bukan cuma mereka."

Aku nggak bisa nyangkal. Karena itu yang paling menyakitkan: dia bener.

"Aku juga denger nama itu dari mimpi."

"Nama apa?"

"Kamu tau. Nama yang kamu bawa dari kehidupan sebelum gerbang ini dibuka." Ekspresinya nggak berubah. "Di kepala orang-orang yang tua banget di kampung ini, nama itu masih hidup. Nocturne. Dan mereka bilang: si pemilik nama itu nggak boleh dibangunin."

"Terus, kenapa kamu di sini?"

"Dengerin aku baik-baik," katanya, nunduk, suaranya hampir-bisu. "Gerbang ini nggak dibuka buat ngirim pahlawan. Gerbang ini dibuka buat nyari satu orang. Kamu. Dari dalem. Dan orang yang ngebukanya masih di dalem sana — di balik cincin yang konon cuma dinding."

[SYSTEM NOTICE]

JUDUL SEBELUMNYA: "NOCTURNE" — TERLETAK DI SELURUH NARASI LAMA
KOREKSI SISTEM: Nama itu bukan milikmu. Nama itu milik sesuatu yang menunggumu di balik gerbang.

Katanya, orang yang buka dari dalem itu nggak sabar. Empat tahun jalan, dia masih nunggu hal yang sama. Dan dia nggak cuma nunggu — dia nyiapin jalan.

Itu menjelaskan kedua siswa yang "pindah" ke Hothwood. Bukan pindah. Ditempatin. Dimana, kapan, dan untuk apa — semua udah diatur dari jauh, dan mereka cuma nunggu giliran.

"Aku nggak tau siapa yang ngirim mimpi itu," katanya, berdiri, siap pergi. "Tapi aku tau satu hal: kalau kamu tetep di sini sampe gerbang itu kebuka — yang dibangunin bukan kamu."

Dia ninggalin ampas teh dan satu kalimat terakhir yang nggak pernah keluar dari mulut orang biasa:

"Sejak kapan nama yang kamu bawa jadi nama yang takut sama bayangannya sendiri?"

— AKHIR BAB 3 —